Pelatihan Implementasi Komite Keperawatan,
tanggal 3 - 4 Maret 2017 , di Hotel Remcy JL, Boulevard, Pendaftaran tanggal 10 - 25 Februari 6 pendaftar (free 1 org)
pendaftaran setelah tanggal 26 Februari harga kembali Normal (Rp 3.000.000/peserta)

selamat Berpartisipasi ..
kontak : 085398578954 (maryati)
0411 442791 (Kantor LKMRS)
brosurbelakangbrosurdepan

Pengelolaan rumah sakit tidaklah mudah. Untuk menjadikan rumah sakit yang memberi pelayanan yang berkualitas dan efesien, diperlukan tenaga yang berkualitas di samping tenaga dan manager untuk memenuhi standar Rumah Sakit Terakreditasi. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan pendampingan Konsultasi Rumah Sakit. Antara lain pendampingan merubah status Rumah sakit menjadi Badan Umum Layanan Daerah (BLUD), penyusunan Renstra Rumah Sakit dan struktur organisasi, penyusunan Protap Pelayanan Perhitungan Unit Cost dan Remunerasi. Tujuan dari pendampingan Rumah Sakit adalah merupakan proses transfer knowledge agar pengelola Rumah Sakit yang didampangi mengetahui cara- cara pengelolaan Rumah sakit sehingga Rumah Sakit dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimal/Rumah Sakit. Beberapa Rumah Sakit yang sudah berstatus BLUD tentu akan menghitung Unit Cost Pelayanan dalam rangka menyusun tarif rumah sakit sesuai dengan pola tarif yang ditetapkan oleh kementerian Kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah A. Sulthan Dg. Radja Kab. Bulukumba telah didampingi didalam proses menghitung unit cost per pelayanan Rumah Sakit dan menghitung remunerasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan kementerian keuangan. Berkat kerja sama yang baik antara Lembaga Konsultasi Manajemen Rumah Sakit (LKMRS) dan Direksi RSUD A. Sulthan Dg. Radja Bulukumba pada bulan juni telah selesai pendampingan perhitungan unit cost dan remunerasi.

 

Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen.[1] Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu.[2] Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.[1][3]

Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mengantuk. Adanya ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah.[1][4]

Tindakan punksi lumbal dilakukan untuk mendiagnosa ada tidaknya meningitis. Jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis untuk mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. LCS diperiksa di laboratorium medis.[3] Penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan kadang-kadang obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya komplikasi karena radang yang berlebihan.[3][4] Meningitis dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang seperti ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit kognitif, terutama bila tidak dirawat dengan cepat.[1][4] Beberapa jenis meningitis (misalnya yang berhubungan dengan meningokokus, Haemophilus influenzae typ

JSN Mico template designed by JoomlaShine.com